PMKRI Denpasar Minta Pertamina Segera Lakukan 4 Hal, Usai Empat Hari Ngantri Bensin

0
WhatsApp Image 2026-10-15 at 02.30.17

Foto: Dok. PMKRI Denpasar

PMKRI Nasional - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Bali memasuki hari keempat. Antrean kendaraan masih terlihat mengular di sejumlah SPBU meski berbagai upaya penanganan telah dilakukan Pertamina bersama pemerintah daerah.
‎
‎Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Denpasar. Mereka mendesak Pertamina mempercepat distribusi BBM ke seluruh SPBU di Bali agar antrean panjang tidak terus terjadi.
‎
‎Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Denpasar, Andrianus Yovianto alias Alfian, mengatakan situasi di lapangan menunjukkan persoalan distribusi belum sepenuhnya teratasi.
‎
‎“Kami meminta pihak Pertamina harus mempercepat pendistribusian BBM ke setiap SPBU. Hal ini lantaran situasi di lapangan masyarakat mengalami antrean yang panjang hingga 1 kilometer dan berujung pingsan,” ujar Alfian, Rabu (14/10/2026).
‎
‎Ia mencontohkan kondisi di SPBU Latu, Kecamatan Abiansemal. Berdasarkan pemantauan langsung PMKRI, antrean di lokasi tersebut disebut mencapai sekitar satu kilometer.
‎
‎Sementara di SPBU Monang-maning, antrean bahkan disebut mencapai sekitar dua kilometer.
‎
‎Menurut Alfian, kelangkaan BBM tidak hanya menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan bahan bakar. Dampaknya mulai merembet ke aktivitas ekonomi, terutama kelompok masyarakat yang sangat bergantung pada mobilitas kendaraan.
‎
‎“Kami melihat bahwa krisis BBM berdampak langsung pada mobilitas warga, penghasilan pengemudi ojol, UMKM, serta kenyamanan wisatawan dan rusaknya citra pariwisata Bali,” katanya.
‎
‎PMKRI juga meminta Pemerintah Provinsi Bali memperkuat komunikasi publik di tengah kondisi tersebut. Menurut Alfian, informasi yang jelas diperlukan agar persoalan kelangkaan BBM tidak berkembang menjadi kegaduhan di tengah masyarakat.
‎
‎“Kami meminta pihak pemerintah Provinsi Bali untuk menjaga komunikasi publik di tengah situasi mencekam akibat krisis BBM, agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” tegasnya.
‎
‎Atas kondisi tersebut, PMKRI Cabang Denpasar menyampaikan empat tuntutan kepada Pertamina.
‎
‎Pertama, Pertamina diminta segera mempercepat distribusi BBM ke setiap SPBU. Kedua, Pertamina diminta transparan kepada publik mengenai data kebutuhan BBM di setiap SPBU di Bali sekaligus dasar penetapan kuota.
‎
‎Ketiga, PMKRI meminta audit mengenai penyebab kelangkaan BBM pada Oktober 2026 beserta data stok BBM dipublikasikan kepada masyarakat.
‎
‎Keempat, Pertamina diminta menyiapkan langkah mitigasi risiko agar persoalan kelangkaan BBM serupa tidak kembali terjadi di Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *