Gempa Flores: PMKRI Desak Kepastian Penanganan Hunian bagi Penyintas yang Rumahnya Hancur

0
WhatsApp Image 2026-09-02 at 17.43.32

PMKRI NASIONAL  -Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) terus bergerak mengawal pemulihan pascabencana di Nusa Tenggara Timur. Ketua Pengurus Pusat PMKRI, Yohanes Tola, S.T., turun langsung menyambangi penyintas gempa Flores di Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara dekat kondisi riil, mendengarkan kesaksian hidup para korban, serta menerima laporan langsung dari aparat dan masyarakat setempat guna memastikan proses rehabilitasi berjalan cepat dan tepat sasaran.

Dalam peninjauan tersebut, salah satu temuan paling memprihatinkan yang dilaporkan warga dan Camat adalah lumpuhnya fasilitas pendidikan. Empat institusi pendidikan di Kecamatan Welak, yakni SMP Negeri 2 Ulas, SMP Satap Mangas, SMP Negeri 4 Paje, dan SDK Orong dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat guncangan gempa. Kondisi ini menghentikan total aktivitas belajar mengajar, sehingga para siswa sangat membutuhkan intervensi mendesak berupa tenda darurat agar mereka bisa kembali belajar tanpa harus menunggu pembangunan ulang gedung yang memakan waktu lama.

Selain persoalan pendidikan, PP PMKRI menyoroti ketidakpastian nasib warga yang kehilangan tempat tinggal, khususnya di Kampung Wae Dangka, Desa Racang Welak, di mana sedikitnya tiga rumah warga dilaporkan ambruk dan rata dengan tanah. Merespons kondisi kritis ini, PMKRI mendesak pemerintah untuk segera menuntaskan perencanaan prosedural dan teknis terkait nasib penyintas. Harus ada langkah spesifik dan kejelasan status secepatnya dari negara, apakah para korban yang rumahnya roboh ini akan segera mendapatkan fasilitas Hunian Sementara (Huntara) atau langsung diarahkan pada program bantuan Hunian Tetap (Huntap).

Kehadiran Yohanes Tola di garis depan penanganan bencana ini turut didampingi oleh kader-kader PMKRI Cabang Labuan Bajo dan PMKRI Cabang Denpasar. Rombongan datang tidak dengan tangan kosong; mereka membawa bantuan tanggap darurat berupa paket sembako, selimut, dan perlengkapan mandi. Penyaluran ini merupakan bentuk nyata simpati dan dukungan moral organisasi mahasiswa demi meringankan beban penderitaan warga yang tengah bertahan dalam keterbatasan dan bayang-bayang trauma.

Di lokasi bencana, Ketua PP PMKRI disambut langsung oleh Camat Welak, Heribertus Manggas, bersama jajaran Pemerintah Desa Racang Welak dan warga. Suasana haru menyelimuti interaksi tersebut saat Yohanes Tola berdialog intensif dan mendengarkan langsung rintihan warga yang kehilangan tempat bernaung. Momentum ini menjadi ruang bagi warga untuk mencurahkan rasa cemas mereka akan kepastian masa depan keluarga, sekaligus menangkap ketakutan para orang tua akan nasib pendidikan anak-anak mereka pasca-hancurnya fasilitas sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Yohanes Tola menegaskan bahwa kehadiran PMKRI merupakan murni panggilan kemanusiaan untuk berdiri bersama rakyat yang tengah menderita. "Kami hadir di Kecamatan Welak bukan sekadar membawa bantuan fisik, tetapi untuk memastikan bahwa saudara-saudari kita di sini tidak dibiarkan berjuang sendirian. Penderitaan mereka adalah duka kita bersama, dan suara, ketakutan, serta air mata mereka akan kami kawal secara serius hingga ke meja para pemangku kebijakan," ujar Yohanes Tola dengan nada haru di hadapan para penyintas.

Merespons lambatnya kepastian rehabilitasi, Yohanes secara khusus menyuarakan desakan strategis kepada Pemerintah Pusat dan Presiden RI. "Pemerintah harus segera mengambil langkah spesifik dan menuntaskan perencanaan teknis terkait hunian korban; berikan kepastian apakah mereka mendapat hunian sementara atau hunian tetap sekarang juga. Selain itu, negara wajib segera mendirikan tenda belajar untuk SMP Negeri 2 Ulas, SMP Satap Mangas, SMP Negeri 4 Paje, dan SDK Orong agar masa depan anak-anak kita tidak ikut terkubur di bawah reruntuhan," tegas Yohanes Tola.

Aksi tanggap dan advokasi tajam dari generasi muda ini mendapat apresiasi mendalam dari pemerintah kecamatan. Camat Welak, Heribertus Manggas, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian pimpinan nasional PMKRI yang mau turun mendengarkan keluh kesah mereka. "Atas nama masyarakat dan pemerintah, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua PP PMKRI, Adinda Yohanes Tola, beserta rombongan. Kehadiran dan kepedulian adik-adik mahasiswa ini tidak hanya meringankan beban warga kami, tetapi juga menjadi penyambung lidah yang kuat agar kejelasan nasib hunian warga dan pengadaan tenda darurat sekolah di sini segera dieksekusi oleh negara," ungkap Heribertus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *