Presidium Riset dan Teknologi PP PMKRI Siapkan Peluncuran Aplikasi PMKRI Center

0
IMG-20261001-WA0006

PMKRI Nasional- Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) periode 2026–2028 menyiapkan PMKRI Center, aplikasi digital yang dirancang untuk mendukung tata kelola organisasi, komunikasi, publikasi, aktivitas kader, dan sistem keanggotaan.

Pengembangan PMKRI Center dilakukan oleh Presidium Riset dan Teknologi PP PMKRI sebagai bagian dari upaya memanfaatkan teknologi untuk menunjang aktivitas organisasi dan pelayanan kepada kader.
Aplikasi ini dikembangkan di bawah koordinasi Jelsius Nong Osko Mada, Presidium Riset dan Teknologi PP PMKRI periode 2026–2028. Jelsius merupakan demisioner Ketua PMKRI Cabang Bogor periode 2024–2025 dan sebelumnya menjabat sebagai Presidium Riset dan Teknologi PMKRI Cabang Bogor selama dua periode.

Secara akademik, Jelsius merupakan lulusan S1 Ilmu Komputer Universitas Pakuan Bogor dan saat ini melanjutkan pendidikan magister di BINUS University pada bidang Sistem Informasi.

Empat Fitur Utama PMKRI Center
Pertama, Feed. Fitur ini menjadi ruang interaksi bagi kader untuk membagikan informasi dan publikasi. Pengguna juga dapat membangun jejaring dengan kader lainnya melalui fitur pertemanan. Dengan fitur tersebut, aktivitas komunikasi antarkader dapat berlangsung dalam satu platform.

Kedua, Berita. Fitur ini berfungsi sebagai pusat informasi organisasi. Super Admin dapat mempublikasikan berita kegiatan, pengumuman, kajian, isu organisasi, maupun informasi lainnya yang berkaitan dengan PMKRI. Kehadiran fitur ini diharapkan membantu informasi organisasi terdokumentasi dan lebih mudah diakses kader.

Ketiga, Penjualan. Fitur ini disiapkan untuk mengelola berbagai produk dan kebutuhan organisasi. Produk yang dapat ditawarkan antara lain buku, baret, gordon, jas, serta atribut PMKRI lainnya. Selain memudahkan kader memperoleh kebutuhan organisasi, fitur ini juga dirancang untuk mendukung pengelolaan penjualan secara lebih tertata.

Keempat, E-KTA atau Kartu Tanda Anggota Elektronik. Fitur ini dikembangkan untuk memperkuat sistem identitas dan verifikasi keanggotaan PMKRI. Melalui E-KTA, kader dapat memiliki identitas keanggotaan dalam bentuk digital yang dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan organisasi.

Pengembangan E-KTA berkaitan dengan kebutuhan penguatan sistem keanggotaan yang turut menjadi perhatian dalam MPA di Samarinda. Dalam jangka panjang, E-KTA diproyeksikan dapat dikembangkan menjadi kartu multifungsi yang terintegrasi dengan berbagai layanan, termasuk kemungkinan kerja sama dengan lembaga perbankan seperti BCA dan bank lainnya.

Rencana tersebut masih menjadi bagian dari pengembangan lanjutan. Pada tahap awal, fokus PMKRI Center adalah membangun sistem keanggotaan digital yang dapat digunakan secara efektif oleh kader dan organisasi.

Tiga Tingkat Akses

Untuk mendukung pengelolaan aplikasi, PMKRI Center memiliki tiga tingkat hak akses, yaitu Super Admin, Admin, dan User.

Super Admin memiliki kewenangan mengelola data dan konten secara menyeluruh, termasuk proses create, read, update, dan delete (CRUD). Admin memiliki kewenangan tertentu, seperti mengelola toko dan produk. Sementara itu, User dapat mengakses informasi dan layanan sesuai dengan hak akses yang diberikan tanpa memiliki kewenangan mengubah data sistem.

Pengembangan Capai 70 Persen

Hingga September 2026, pengembangan PMKRI Center telah mencapai sekitar 70 persen. Sejumlah fitur utama telah dikembangkan dan kini memasuki tahap penyempurnaan serta pengujian. Tahapan yang masih dilakukan mencakup penyiapan hosting, pengujian sistem, dan penyempurnaan sejumlah kebutuhan teknis.

Jelsius menargetkan PMKRI Center dapat tersedia di Google Play Store pada awal tahun 2027 sehingga dapat mulai digunakan oleh kader PMKRI dari berbagai cabang.

“Pengembangannya saat ini sudah sekitar 70 persen. Kami masih melakukan penyempurnaan, terutama pada bagian hosting dan beberapa kebutuhan teknis lainnya. Kami berharap pada akhir tahun ini PMKRI Center sudah dapat tersedia di Play Store dan mulai digunakan oleh kader PMKRI,” ujar Jelsius.

Menurut Jelsius, peluncuran aplikasi bukan menjadi akhir dari proses pengembangan. Evaluasi dan penyempurnaan fitur akan terus dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan masukan dari kader sebagai pengguna.

“Harapannya, PMKRI Center tidak berhenti sebagai sebuah aplikasi, tetapi dapat berkembang menjadi ekosistem digital yang benar-benar membantu organisasi dan kader,” katanya.
Melalui PMKRI Center, teknologi diharapkan dapat mendukung penguatan tata kelola, komunikasi, publikasi, pelayanan kader, dan sistem keanggotaan PMKRI.

Pro Ecclesia et Patria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *