Fasilitas Pendidikan Hampir Lumpuh : PMKRI Desak Pemerintah Sediakan Tenda Belajar untuk Empat Sekolah di Kec Welak
PMKRI NASIONAL - Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) terus bergerak merespons duka mendalam para korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur. Ketua Pengurus Pusat PMKRI, Yohanes Tola, S.T., turun langsung menyambangi penyintas gempa Flores di Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara dekat kondisi riil, mendengarkan kesaksian hidup para korban, serta menerima laporan langsung dari aparat dan masyarakat setempat di tengah puing-puing reruntuhan.
Dalam peninjauan tersebut, salah satu temuan paling memprihatinkan yang dilaporkan langsung oleh warga dan Camat kepada PMKRI adalah lumpuhnya fasilitas pendidikan. Empat institusi pendidikan di Kecamatan Welak, yakni SMP Negeri 2 Ulas, SMP Satap Mangas, SMP Negeri 4 Paje, dan SDK Orong dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat guncangan gempa. Kondisi ini menghentikan total aktivitas belajar mengajar, sehingga para siswa sangat membutuhkan intervensi mendesak berupa tenda darurat khusus agar mereka bisa kembali belajar tanpa harus menunggu pembangunan ulang gedung selesai.
Selain persoalan pendidikan, pendataan faktual PMKRI di lapangan—khususnya di Kampung Wae Dangka, Desa Racang Welak—menunjukkan bahwa warga juga mendesak pengadaan tenda penampungan yang layak. Sedikitnya tiga rumah warga dilaporkan ambruk dan rata dengan tanah, membuat mereka kehilangan tempat bernaung seutuhnya. Seluruh temuan krusial ini dikompilasi menjadi bahan advokasi yang solid agar penanganan pemerintah tepat sasaran dan menjawab kebutuhan esensial para korban.
Kehadiran Yohanes Tola di garis depan penanganan bencana turut didampingi oleh kader-kader PMKRI Cabang Labuan Bajo dan PMKRI Cabang Denpasar. Rombongan datang tidak dengan tangan kosong; mereka membawa bantuan tanggap darurat berupa paket sembako, selimut, dan perlengkapan mandi. Penyaluran ini merupakan bentuk nyata simpati dan dukungan moral organisasi mahasiswa demi meringankan beban penderitaan warga yang tengah bertahan dalam keterbatasan.
Di lokasi bencana, Ketua PP PMKRI disambut langsung oleh Camat Welak, Heribertus Manggas, bersama jajaran Pemerintah Desa Racang Welak dan warga. Suasana haru menyelimuti interaksi tersebut saat Yohanes Tola berdialog intensif dan mendengarkan langsung rintihan warga yang kehilangan tempat tinggal, sekaligus menangkap kecemasan para orang tua akan nasib pendidikan anak-anak mereka pasca-hancurnya fasilitas sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Yohanes Tola menegaskan bahwa kehadiran PMKRI merupakan murni panggilan kemanusiaan untuk berdiri bersama rakyat yang tengah menderita. "Kami hadir di Kecamatan Welak bukan sekadar membawa bantuan fisik, tetapi untuk memastikan bahwa saudara-saudari kita di sini tidak dibiarkan berjuang sendirian. Penderitaan mereka adalah duka kita bersama, dan suara serta air mata mereka akan kami kawal hingga ke meja para pemangku kebijakan," ujar Yohanes Tola dengan nada haru di hadapan para penyintas.
Merespons beratnya proses pemulihan, Yohanes secara khusus menyuarakan desakan strategis kepada Pemerintah Pusat dan Presiden RI. "Kami mengapresiasi langkah Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah turun langsung ke NTT, namun pemulihan ini harus dikawal serius setidaknya untuk setahun ke depan. Kami mendesak Pemerintah Pusat segera menyediakan tenda layak huni bagi warga yang rumahnya hancur, dan yang tak kalah mendesak, tenda belajar untuk siswa di SMP Negeri 2 Ulas, SMP Satap Mangas, SMP Negeri 4 Paje, dan SDK Orong agar masa depan pendidikan anak-anak kita tidak ikut terkubur di bawah reruntuhan," tegas Yohanes Tola.
Aksi tanggap dan advokasi tajam dari generasi muda ini mendapat apresiasi mendalam dari pemerintah kecamatan. Camat Welak, Heribertus Manggas, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian pimpinan nasional PMKRI yang mau turun mendengarkan keluh kesah mereka. "Atas nama masyarakat dan pemerintah, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua PP PMKRI, Adinda Yohanes Tola, beserta rombongan. Kehadiran dan kepedulian adik-adik mahasiswa ini tidak hanya meringankan beban warga kami, tetapi juga menjadi penyambung lidah yang kuat agar rintihan warga dan siswa di sini mendapat perhatian nyata dari negara," ungkap Heribertus.
