Pelantikan DPC PMKRI Malang Periode 2026–2027, Teguhkan Kaderisasi dan Perluas Kolaborasi
Malang, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Malang St. Augustinus menggelar pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) periode 2026–2027 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (10/10/2026), mulai pukul 10.00 WIB. Mengusung tema “Regenerasi Kepemimpinan dan Revitalisasi Gerakan Berlandaskan Tiga Benang Merah Menuju PMKRI Cabang Malang yang Berdaya Juang”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kaderisasi, memperbarui gerakan organisasi, dan membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah undangan, termasuk perwakilan Pemerintah Kota Malang dan Polresta Malang Kota. Dalam penyampaiannya, para pemangku kepentingan menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra strategis PMKRI dalam membangun komunikasi dan kerja sama yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ketua Pelaksana, Febrianus Ngabur, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap pelantikan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi awal tanggung jawab bersama untuk membangun organisasi yang lebih aktif dan berdampak.
Ketua Demisioner PMKRI Cabang Malang, Evan Latu, menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik. “Besar harapan saya, kepengurusan ini mampu membawa PMKRI Cabang Malang ke arah yang lebih baik. PMKRI Cabang Malang dijadikan rumah bagi semua mahasiswa Katolik yang ada di Malang Raya ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PMKRI Cabang Malang periode 2026–2027, Alfianus Budiman, menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan tanggung jawab pelayanan. “Menjadi seorang pemimpin itu harus siap untuk melayani, bukan dilayani. Di kepengurusan ini saya akan membawa organisasi sesuai dengan tema pelantikan hari ini dan kita akan memperkuat kaderisasi di PMKRI Cabang Malang,” ungkapnya.
Pastor Moderator PMKRI Cabang Malang, Rm. Henrikus Suwaji, O. Carm, turut menekankan pentingnya menjaga persaudaraan, integritas, dan semangat pelayanan. Nilai fraternitas, intelektualitas, dan kristianitas diharapkan terus menjadi pedoman kader dalam menjalankan tanggung jawab organisasi serta berkontribusi bagi sesama.
Perwakilan Pemerintah Kota Malang, Willstar Taripar Hatoguan, yang menjabat sebagai Camat Klojen, menyampaikan pentingnya membangun kemitraan antara pemerintah dan organisasi mahasiswa. Kolaborasi diharapkan membuka ruang bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam pembangunan, menyampaikan gagasan, serta merespons persoalan masyarakat melalui dialog konstruktif.
Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI, Yohanes Tola, dalam sambutannya menyoroti pentingnya keterbukaan dan inklusivitas organisasi. “Mengharapkan agar PMKRI itu terbuka dan berkolaborasi dengan banyak pihak dan terus menjaga reputasi baik organisasi melalui kerja-kerja organisasi yang nyata. Inklusivitas pada zaman ini menentukan bagaimana PMKRI bergerak dan memperbesar ruang pengaruh,” tegasnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa PMKRI perlu memperluas jejaring kolaborasi tanpa kehilangan identitas dan daya kritisnya sebagai organisasi kader. Kemitraan dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat diharapkan berjalan seiring dengan keberanian menyampaikan aspirasi serta mengawal kepentingan publik.
Melalui kepengurusan baru, PMKRI Cabang Malang diharapkan mampu menjadikan regenerasi sebagai penguatan kaderisasi dan revitalisasi sebagai pembaruan gerakan. Berlandaskan fraternitas, intelektualitas, dan kristianitas, organisasi ini diharapkan semakin terbuka, mandiri, dan berdaya juang dalam menjalankan perannya bagi masyarakat dan bangsa.
